Melihat Kehidupan Perempuan Pesisir Melalui Film Siti

Melihat Kehidupan Perempuan Pesisir Melalui Film Siti

Siti adalah film independen Indonesia yang disutradai oleh Eddie Cahyono dan pertama kali tayang pada 2014. Film drama ini mengisahkan kisah Siti (Sekar Sari), seorang perempuan penjual peyek jingking di Parangtritis.
0.00% Raised
Rp0.00 donated of Rp10,000,000.00 goal
0 Donors
Campaign has ended

Siti juga mencari penghasilan tambahan menjadi pemandu karaoke di malam hari. Itu ia lakukan karena tuntutan hidup. Suaminya lumpuh karena kecelakaan yang menenggelamkan kapal nelayannya sekaligus menjebak Siti dalam lilitan utang.

Tidak hanya menggambarkan perjalanan hidup Siti, film ini juga menunjukkan sosok dari kaum perempuan yang merupakan salah satu potensi sosial masyarakat di kawasan pesisir.

Kaum perempuan pesisir, khususnya istri nelayan memiliki peranan ganda dalam lingkungan masyarakat pesisir, yaitu ikut terlibat dalam aktivitas ekonomi dan mengurus kegiatan rumah tangga. Kondisi kehidupan masyarakat pesisir yang miskin dan tertinggal menuntut kaum perempuan untuk melakukan hal tersebut.

Drs. Kusnadi, M.A., dkk., dalam buku Perempuan Pesisir menekankan tiga hal penting terkait peranan dan kedudukan strategis perempuan pesisir. Pertama, kedudukan dan perananan perempuan termanifestasi dalam bentuk pembagian kerja secara seksual.

Dalam sistem pembagian kerja tersebut, kaum perempuan mengambil peranan di darat untuk mengurus perdagangan ikan, sedangkan kaum laki-laki mengambil peranan di laut untuk menangkap ikan.

Kedua, dampak dari sistem tersebut mengharuskan kaum perempuan untuk selalu terlibat dalam kegiatan mencari nafkah sebagai antisipasi saat suaminya tidak memperoleh penghasilan.

Suami mereka yang mayoritas nelayan masih bergantung terhadap musim ketika melakukan kegiatan melaut. Hal tersebut membuat mereka seringkali memperoleh penghasilan yang tidak menentu.

Terakhir, kedudukan, peranan serta dampak pembagian kerja secara seksual telah menempatkan perempuan sebagai salah satu pilar penyangga kebutuhan hidup rumah tangga. Tidak adanya kepastian penghasilan membuat kondisi ekonomi keluarga nelayan sangat rentan.

Hingga akhirnya, kedudukan dan peranan penting kaum perempuan dalam masyarakat pesisir menjadikan mereka sebagai pihak yang paling terbebani dalam menghadapi kerentanan ekonomi.

Menjadi pihak yang paling terbebani tentu membuat kaum perempuan mempertimbangkan berbagai opsi untuk mencari nafkah, namun tetap dibatasi dengan peran ganda yang mereka tempuh.

Siti dalam film ini tidak hanya menjadi pihak yang paling terbebani, tetapi menjadi satu-satunya tumpuan dalam menjalankan peranan ganda tersebut. Belum lagi tanggungan utang yang harus dilunasi menuntut dirinya untuk mencari uang dengan jumlah besar.

Dengan kondisi kehidupan yang sulit ditambah permasalahan lain yang menimpanya, pekerjaan sebagai pemandu lagu pun rela dia jalankan. Akhirnya, pilihan hidup yang ditempuh oleh Siti merupakan implikasi dari struktur sosial kehidupan masyarakat pesisir.

Kamu bisa membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat pesisir dengan berdonasi di Niat Baik.

×

Hallo!

Assalamu'alaikum
Butuh informasi lebih lengkap, silahkan menghubungi kami melalui Whatsapp kami, atau kirim email melalui ask@niatbaik.or.id

× Whatsapp